Jadi selama TurBud itu, anak-anak ipa3 berusaha sangat sangat keras buat bikin kelas ini kompak, ga boleh ada geng-gengan, semuanya harus jadi satu. Jadi di suatu malam, kami ngebahas tentang ini dan solusinya sebenar-benarnya belum ketemu, baru tindakan awal aja dulu buat nyatuin anak-anak ipa3.
My conviction adalah pas saat semua anak-anak berdiskusi dan mengutarakan pendapat mereka atas cara mengompakkan ipa3, pikiran saya malah sangat tidak fokus dan melayang-layang ke masalah fatal dan krusial yang menimpa saya akhir-akhir ini. Saya malah ga mikir tentang topik itu, malah mikir masalah itu. Pas semua orang have fun di bus dan tempat-tempat wisata yang supposed to be extremely fun, saya malah diem aja sendiri dan mikirin masalah saya itu.
Dan parahnya uring-uringan itu terus berlanjut sampe TurBud selesai. I feel like sangat egois tapi ya gimana dong masalah ini fatal sekali. Maaf ya semuanya....
One of my friend gave me solution for my problem; "You should reconsider this thing again in your best form; when you think clearly. Basically, you have two options to get away from this problem; go for it or leave that insane thing right now. However, we all know that both options ain't gonna be easy for you. Make a best decision that shall comfort you and make you feel happy."
I was like frozen in time. He's right. I gotta make a decision. But I can't think clear as I want to. That problem for me is too big and I can do nothing about it. I desperately am seeking for salvation.
kalo di bus jangan suka ngelamun heii .
ReplyDeletenanti karasukan lohh :P
beritahu saya apa keputusan mu .
hahah :D